Home » Novelis Jepang: Natsume S Seki, Mori Gai, Junichiro Tanizaki, Yukio Mishima, Osamu Dazai, Hyakken Uchida, Lafcadio Hearn, Ry Nosuke Ak by Source Wikipedia
Novelis Jepang: Natsume S Seki, Mori Gai, Junichiro Tanizaki, Yukio Mishima, Osamu Dazai, Hyakken Uchida, Lafcadio Hearn, Ry Nosuke Ak Source Wikipedia

Novelis Jepang: Natsume S Seki, Mori Gai, Junichiro Tanizaki, Yukio Mishima, Osamu Dazai, Hyakken Uchida, Lafcadio Hearn, Ry Nosuke Ak

Source Wikipedia

Published September 14th 2011
ISBN : 9781233910724
Paperback
28 pages
Enter the sum

 About the Book 

Sumber: Wikipedia. Halaman: 26. Bab: Natsume S?seki, Mori ?gai, Junichiro Tanizaki, Yukio Mishima, Osamu Dazai, Hyakken Uchida, Lafcadio Hearn, Ry?nosuke Akutagawa, Haruki Murakami, Masao Kume, Yaeko Nogami, Rampo Edogawa, Miekichi Suzuki, ShusakuMoreSumber: Wikipedia. Halaman: 26. Bab: Natsume S?seki, Mori ?gai, Junichiro Tanizaki, Yukio Mishima, Osamu Dazai, Hyakken Uchida, Lafcadio Hearn, Ry?nosuke Akutagawa, Haruki Murakami, Masao Kume, Yaeko Nogami, Rampo Edogawa, Miekichi Suzuki, Shusaku Endo, Kenzabur? ?e, Murasaki Shikibu, Tadashi Agi, Yu Aku, Mieko Kawakami. Kutipan: Natsume S?seki, lahir di Tokyo, 9 Februari 1867 - meninggal di Tokyo, 9 Desember 1916 pada umur 49 tahun) adalah nama pena untuk Natsume Kinnosuke ), novelis Jepang, ahli sastra Inggris, sekaligus penulis esai yang hidup di zaman Meiji hingga zaman Taisho. Sebagian besar novelnya sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, termasuk Wagahai wa Neko de aru (I Am a Cat) dan Kokoro (Rahasia Hati). Dari tahun 1984 hingga 2004, potretnya menghiasi uang kertas pecahan 1000 yen. Alumnus sastra Inggris, School of Oriental and African Studies, Universitas London, namanya disejajarkan dengan Mori ?gai sebagai sastrawan besar zaman Meiji. Di perguruan tinggi, S?seki berteman dengan Masaoka Shiki yang sekaligus menjadi gurunya menulis haiku. Setelah lulus Jurusan Bahasa Jepang, Universitas Kekaisaran Tokyo, S?seki bekerja sebagai guru sekolah lanjutan pertama di Matsuyama sebelum melanjutkan kuliah ke Inggris. Sekembalinya di Jepang, S?seki menjadi dosen di almamaternya, dan novel pendeknya, Wagahai wa Neko de aru dimuat majalah Hototogisu. Kesuksesan karya pertama dilanjutkan novel berjudul Botchan dan London T? (London Tower). Karyanya dimuat bersambung di surat kabar Asahi Shimbun tempatnya bekerja, antara lain Gubijins? (The Poppy) dan Sanshir?. Musim panas 1910, S?seki sakit parah dan menyepi di kuil Shuzen-ji, Izu. Karyanya setelah sembuh adalah Kojin (The Wayfarer), Kokoro (Rahasia Hati), dan Garasudo no Uchi (Inside My Glass Doors). Kesehatannya terus menurun akibat tukak lambung. Karya terakhirnya, Meian (Light and Darkness) dimuat bersambung di Asahi Shimbun, namun tidak selesai. S?seki lahir sebagai putra kelima (anak bungsu) keluarga N...